Ngawi, presstoday.id – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berkomitmen dalam upaya pelestarian warisan budaya. Salah satu langkah nyata terlihat dalam kegiatan konservasi koleksi Museum Trinil yang dilaksanakan pada 7–11 Juli 2025, melibatkan tim dari Museum dan Cagar Budaya (MCB) Sangiran dengan dukungan dari Museum Trinil dan juru pelihara BPK Wilayah XI.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Ngawi, Cita Putri Maharani, mengapresiasi penuh kegiatan ini dan menyebutnya sebagai bentuk kolaborasi strategis antara pusat dan daerah dalam menjaga aset budaya nasional.
“Konservasi ini penting agar benda-benda bersejarah tetap terawat dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun mendatang. Kami berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan sebagai bagian dari edukasi publik,” ujarnya.
Tim konservasi terdiri dari enam orang yang dipimpin oleh Teknisi Laboratorium MCB Sangiran, Irma Fadhila Putri. Ia menjelaskan bahwa konservasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembersihan, pemeliharaan, perawatan, hingga pencatatan dan pendokumentasian koleksi.
“Museum Trinil memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Kami bersyukur dapat bekerja sama dengan tim lokal yang sangat berdedikasi dan antusias dalam pelestarian warisan prasejarah ini,” jelas Irma.
Kegiatan konservasi ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Museum dan Taman Budaya.
Museum Trinil sendiri merupakan situs bersejarah penting dunia, karena menjadi tempat ditemukannya fosil manusia purba Pithecanthropus erectus.
Melalui kegiatan ini, pelestarian warisan budaya diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kesadaran bersama seluruh masyarakat.
Aris Toha M
Tim Redaksi