Ngawi, presstoday.id – Pemerintah tetap menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahun 2026 meski anggaran Dana Desa mengalami penyesuaian.
Verifikasi ulang penerima dilakukan agar bantuan lebih tepat sasaran bagi warga miskin ekstrem.
Di Desa Macanan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, penyaluran BLT DD triwulan I tahun 2026 menyasar delapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Jumlah penerima menyesuaikan kondisi anggaran Dana Desa yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Desa Macanan, Jarwo, menyebut penerima BLT DD diprioritaskan bagi warga miskin ekstrem hasil Musyawarah Desa (Musdes).
“BLT DD triwulan I tahun 2026 di Desa Macanan disalurkan untuk delapan KPM. Data penerima sudah melalui verifikasi dan Musdes agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar Jarwo, Selasa 12/5.
Berdasarkan data pemerintah, pagu Dana Desa tahun 2026 turun menjadi sekitar Rp60,57 triliun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp71 triliun.
Dampaknya, pemerintah desa menyesuaikan alokasi anggaran, termasuk pembatasan BLT DD maksimal 15 persen dari total Dana Desa atau menyesuaikan hasil Musdes.
BLT DD tahun 2026 tetap diberikan maksimal Rp200 ribu per bulan untuk setiap KPM.
Penyaluran dianggarkan selama 12 bulan dan pencairannya dapat dilakukan sekaligus paling banyak tiga bulan atau rapel.
Selain bantuan tunai, penggunaan Dana Desa tahun 2026 juga diarahkan untuk program ketahanan pangan minimal 20 persen, penanganan stunting, hingga pembangunan infrastruktur desa.
Ketentuan pengelolaan Dana Desa tahun 2026 mengacu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa.
Rumini Astuti
Tim Redaksi