Ngawi, presstoday.id – Pemerintah Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, perkuat program pencegahan stunting melalui Kelas Ibu Balita dan pendampingan gizi bagi keluarga.
Program itu menyasar peningkatan pengetahuan ibu serta pengasuh anak terkait pola asuh, gizi seimbang, dan pemantauan tumbuh kembang balita, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kepala Desa Sidolaju, Karminto, mengatakan upaya pencegahan stunting dilakukan sejak dini melalui kerja sama lintas sektor dan intervensi gizi berbasis desa.
“Edukasi terus diberikan agar ibu memahami pentingnya gizi seimbang, ASI eksklusif, hingga pemberian MP-ASI yang tepat bagi balita,” ujar Karminto, Selasa 12/5.
Program itu juga mendorong ibu memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk memantau pertumbuhan anak secara mandiri.
Langkah itu dinilai penting agar perkembangan balita dapat dipantau lebih cepat dan akurat.

Selain edukasi, pemerintah desa turut menyelaraskan data balita stunting dan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) agar bantuan serta intervensi kesehatan tepat sasaran.
Karminto menambahkan Dana Desa diprioritaskan untuk mendukung berbagai program penanganan stunting, mulai edukasi gizi, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), hingga pendampingan khusus bagi ibu hamil KEK dan balita stunting.
“Program pendampingan dilakukan bersama tenaga kesehatan dan pihak terkait supaya penanganan stunting berjalan maksimal,” katanya.
Pemantauan tumbuh kembang balita juga dilakukan terpadu bersama Puskesmas dan dinas terkait.
Edukasi pola makan sehat ikut diberikan kepada remaja dan ibu rumah tangga agar kesadaran menjaga kesehatan keluarga semakin meningkat.
Melalui langkah itu, Pemdes Sidolaju berharap angka stunting di wilayahnya dapat ditekan sekaligus menciptakan generasi anak yang sehat dan berkualitas.
Rumini Astuti
Tim Redaksi