Ngawi, presstoday.id — Inspektorat Kabupaten Ngawi menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait tindak lanjut hasil evaluasi penilaian maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi 2025 sekaligus persiapan evaluasi perencanaan dan penganggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Lawu Inspektorat Kabupaten Ngawi, Kamis 12/3.
FGD menghadirkan perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Agenda tersebut membahas hasil evaluasi SPIP terintegrasi sekaligus langkah perbaikan dalam proses perencanaan dan penganggaran agar lebih efektif dan akuntabel.
Inspektur Inspektorat Kabupaten Ngawi, Yulianto Kusprasetyo, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penilaian Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“FGD menjadi ruang diskusi bagi perangkat daerah untuk memahami hasil evaluasi SPIP terintegrasi sekaligus menyusun langkah perbaikan agar kualitas perencanaan dan penganggaran semakin baik,” ujar Yulianto.
Menurut Yulianto, penguatan implementasi SPIP penting agar pengelolaan program dan anggaran daerah berjalan sesuai aturan serta mampu mencegah potensi penyimpangan.
“Penguatan SPIP terintegrasi diharapkan mendorong tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan efektif di Kabupaten Ngawi,” kata Yulianto.
Melalui kegiatan tersebut, perangkat daerah diharapkan mampu menindaklanjuti rekomendasi evaluasi serta meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran pada tahun 2026.
Rumini Astuti
Tim Redaksi