Ngawi, presstoday.id — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Ngawi melalui Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik mengadakan sosialisasi pencegahan radikalisme sejak dini bagi pelajar di Aula MAN 1 Ngawi, Kamis 30/4, kegiatan diikuti 80 siswa.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Ngawi, Wahyu Sri Kuncoro, mengatakan sosialisasi bertujuan membentengi generasi muda dari pengaruh paham kekerasan dan intoleransi.
“Pelajar perlu dibekali nilai toleransi, moderasi beragama, serta literasi digital agar mampu berpikir kritis dan menolak provokasi kelompok radikal, baik di lingkungan pergaulan maupun media sosial,” kata Wahyu.
Menurutnya, edukasi sejak dini penting untuk menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.
Pelajar juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh ajakan bermuatan kebencian maupun tindakan ekstrem.
Selain penguatan toleransi, peserta mendapat pemahaman terkait literasi digital dan bahaya hoaks di internet.
Materi itu diberikan agar siswa mampu menggunakan media sosial secara bijak serta tidak mudah percaya terhadap narasi provokatif.
“Generasi muda harus memahami pentingnya menjaga persatuan, menjunjung Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Wahyu.
Bakesbangpol juga menilai usia remaja rentan menjadi sasaran perekrutan kelompok radikal karena masih berada di fase pencarian jati diri.
Edukasi tentang pola dan modus penyebaran paham radikal diberikan supaya pelajar tidak mudah terbujuk janji maupun indoktrinasi menyesatkan.
Melalui kegiatan itu, siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan perdamaian, menciptakan lingkungan sekolah aman, serta mencegah perundungan dan kekerasan ekstrem.
Rumini Astuti
Tim Redaksi