Ngawi, presstoday.id — Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur menyerahkan hasil Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi, Selasa 29/9.
Hasil evaluasi diserahkan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur Hasoloan Manalu kepada Bupati dan Wakil Bupati Ngawi.
Hasoloan mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memastikan program, kegiatan, serta anggaran daerah disusun secara efektif dan efisien agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Evaluasi ini membantu pemerintah daerah memastikan program, kegiatan, dan anggaran dirancang secara efektif dan efisien, sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Hasoloan.
BPKP mengevaluasi intervensi pemerintah daerah di lima sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, serta penurunan prevalensi stunting.
Hasil evaluasi merekomendasikan penguatan desain intervensi berbasis critical success factor, penyusunan sasaran dan indikator SMART, penguatan cascading kinerja, integrasi manajemen risiko, serta optimalisasi Musrenbang.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, hasil evaluasi diperlukan untuk mengetahui sejumlah aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum penyusunan perencanaan tahun berikutnya.
“Harapannya, tahun 2027 hasil yang diperoleh bisa sesuai dengan apa yang diharapkan saat ini. Karena itu, perlu evaluasi dan intervensi terhadap kondisi yang ada, sehingga berbagai kekurangan dapat diperbaiki dan tujuan yang diinginkan tercapai,” ujar Ony.
Evaluasi BPKP diharapkan memperkuat perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, dengan orientasi terhadap hasil serta manfaat bagi masyarakat.
Laporan: Rumini Astuti
Editor: Tim Redaksi