NGAWI, presstoday.id — Koleksi di ruang storage Museum Trinil, Ngawi, mulai dibuka kembali datanya. Pendataan dilakukan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ngawi bersama tim Museum dan Cagar Budaya (MCB) Sangiran.
Kegiatan berlangsung selama lima hari, 10–14 Agustus 2026. Enam personel MCB Sangiran turun langsung memeriksa koleksi di ruang penyimpanan Museum Trinil.
Inventarisasi ini diarahkan untuk mengetahui apa saja koleksi yang tersimpan, bagaimana kondisinya, serta keberadaannya di ruang storage. Sejumlah koleksi tersebut sebelumnya belum masuk dalam pendataan.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Ngawi, Cita Putri Maharani, melihat kegiatan tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat pengelolaan peninggalan prasejarah di Museum Trinil.
“Tujuan konservasi ini agar benda-benda bersejarah tetap terawat dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun mendatang. Kami berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan untuk edukasi publik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pamong Budaya Ahli Muda Disdikbud Ngawi, Daut Salepang. Menurutnya, pendataan ini untuk mengetahui secara lebih jelas koleksi yang berada di ruang penyimpanan.
“Inventarisasi ini menyasar koleksi yang berada di ruang storage Museum Trinil dan belum pernah didata sebelumnya. Pendataan ini untuk mengetahui kondisi serta keberadaan koleksi dari warisan prasejarah,” ujar Daut.

Tim MCB Sangiran dalam kegiatan tersebut berada di bawah koordinasi Siwiyanti.
Enam anggota tim melakukan pemeriksaan dan pencatatan langsung terhadap koleksi yang tersimpan di ruang storage.
Hasil inventarisasi ini nanti dapat menjadi pijakan untuk menata kembali data koleksi.
Catatan tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung perawatan dan pengelolaan benda-benda peninggalan prasejarah yang tersimpan di museum.
Daut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan tim MCB Sangiran dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Mbak Siwi dan seluruh tim MCB Sangiran atas dukungannya. Semoga kerja sama dan dukungan untuk Museum Trinil dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” kata Daut.
Inventarisasi selama lima hari ini sekaligus mempertemukan kerja pengelolaan museum di tingkat daerah dengan dukungan tim yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan koleksi Museum dan Cagar Budaya Sangiran.
Chatur Maharani Putri
Tim Redaksi