Efisiensi Dana Desa Picu Skala Prioritas, Ngrayudan Bangun Infrastruktur Sesuai Kemampuan Anggaran

Ngawi, presstoday.id — Pemerintah Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, memprioritaskan pembangunan jalan paving di Dusun Nglorog RT 07/RW 03 sepanjang 165 meter dengan lebar 2,5 meter. Proyek senilai Rp87.010.000 itu dibiayai melalui Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2026 dan mulai dikerjakan sejak Mei 2026.

Kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku tahun ini berdampak terhadap besaran Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD).

Kondisi itu membuat pemerintah desa menyusun skala prioritas agar anggaran yang tersedia tetap memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Pembangunan di Dusun Nglorog lantaran jalur itu menjadi akses warga dan petani.

Meski volume pekerjaan tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan dasar masyarakat tetap diutamakan agar aktivitas ekonomi desa tidak terganggu.

Kepala Desa Ngrayudan, Suwarno, menuturkan keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa harus lebih selektif menentukan program pembangunan.

“Anggaran tahun ini menyesuaikan kebijakan efisiensi. Karena itu, pembangunan diarahkan ke lokasi yang paling dibutuhkan warga agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” tuturnya. Sabtu 20/6.

Bagi masyarakat desa yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian, jalan memiliki peran penting sebagai jalur distribusi hasil panen.

Perbaikan akses diharapkan mengurangi hambatan saat mengangkut komoditas menuju pasar maupun jalan kabupaten.

Foto: Papan proyek pembangunan pavingisasi Dusun Nglorog RT 07/RW 03, Desa Ngrayudan, sebagai informasi penggunaan Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026.

Di sisi lain, kondisi anggaran yang lebih terbatas menjadi tantangan bagi pemerintah desa.

Tidak semua usulan pembangunan dapat direalisasikan sekaligus, sehingga pelaksanaan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan desa.

Situasi ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari panjang jalan atau besarnya anggaran, tetapi dari ketepatan menentukan kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat.

Transparansi penggunaan Dana Desa tetap dijaga melalui pemasangan papan informasi proyek.

Langkah itu memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui nilai anggaran, sumber pendanaan, serta volume pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Dengan kondisi efisiensi anggaran yang masih berlangsung, pembangunan infrastruktur di Desa Ngrayudan diperkirakan akan tetap mengedepankan skala prioritas.

Pendekatan itu dinilai lebih realistis agar setiap rupiah Dana Desa memberi manfaat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Chatur Maharani Putri
Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*