Maulana Kahanan Kawilarang Pimpin GMNI Ngawi, Estafet Perjuangan Kaum Marhaen Menanti Pembuktian

Ngawi, presstoday.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Ngawi menetapkan Maulana Kahanan Kawilarang dari Universitas Soerjo Ngawi sebagai Ketua DPC GMNI Ngawi melalui Konferensi Cabang (Konfercab) I 2026 di Kantor Camat Ngawi, Minggu 28/6. Yusuf dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal.

Forum organisasi tertinggi tingkat cabang itu menjadi titik awal regenerasi kepemimpinan.

Estafet kepemimpinan tidak cukup dimaknai sebagai pergantian figur.

Tantangan sesungguhnya terletak pada kemampuan organisasi menjawab kebutuhan dan persoalan masyarakat.

Kepemimpinan baru menghadapi tantangan besar untuk membuktikan GMNI tetap kritis, independen, dan berpihak kepada kaum marhaen.

Konfercab turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD GMNI Jawa Timur, Kelvin Arisudin, yang mengawal jalannya forum sekaligus memastikan proses regenerasi berlangsung sesuai mekanisme organisasi.

Ketua DPC GMNI Ngawi terpilih, Maulana Kahanan Kawilarang, menyebut kepengurusan baru tidak ingin berhenti sebatas pergantian struktur organisasi.

Arah perjuangan, menurutnya, harus benar-benar menyentuh persoalan rakyat.

“GMNI Ngawi akan semakin militan mengabdi kepada rakyat kecil. Organisasi harus hadir di tengah masyarakat, merasakan persoalan mereka, lalu ikut memperjuangkan jalan keluarnya,” menyebut Maulana Kahanan Kawilarang, Ketua DPC GMNI Ngawi terpilih.

Pernyataan itu menjadi komitmen awal kepengurusan baru.

Publik kini menanti pembuktian bahwa GMNI Ngawi mampu menjaga tradisi gerakan intelektual, mengawal kebijakan publik secara kritis, serta tidak larut menjadi organisasi yang hanya aktif saat agenda seremonial berlangsung.

Regenerasi kepemimpinan akan dinilai dari keberanian menyuarakan kepentingan masyarakat, bukan sekadar pergantian jabatan.

Fatkhul Mu’anam
Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*