Nahkodai PWN Ngawi, Fatkhul Mu’anam Dorong Wartawan Pahami Aturan Pers

Magetan, presstoday.id — Musyawarah Besar (Mubes) Persatuan Wartawan Ngawi (PWN) menetapkan Fatkhul Mu’anam sebagai Ketua Umum PWN masa bhakti 2026-2028. Ia terpilih setelah mengungguli Joko Susilo dan Jatmiko melalui pemungutan suara anggota. Sabtu 19/9 di Hotel Nirwana Sarangan.

Usai terpilih, Anam menyampaikan pentingnya wartawan memahami aturan pers saat menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, organisasi juga perlu hadir mendampingi anggota ketika menghadapi persoalan akibat pemberitaan.

“Menjadi wartawan itu tidak selalu mudah. Kita mencari informasi, melakukan konfirmasi, menulis berita. Setelah berita terbit, kadang muncul keberatan. Ada yang meminta dijelaskan, dikoreksi, diubah, bahkan ada yang meminta berita diturunkan atau dihapus,” ujar Anam.

Anam mengatakan, kesalahan jurnalistik harus diakui dan diperbaiki. Namun, pemberitaan yang dibuat berdasarkan fakta serta mengikuti kaidah jurnalistik perlu diselesaikan melalui mekanisme pers.

“Kalau wartawan salah, kita koreksi. Kalau beritanya tidak akurat, kita perbaiki. Tetapi kalau berita dibuat berdasar fakta dan sudah menjalankan kaidah jurnalistik, persoalannya harus diselesaikan melalui mekanisme pers yang benar,” katanya.

Ia menyampaikan, wartawan perlu memahami UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, hak jawab, hak koreksi, serta mekanisme pengaduan.

“Kita punya UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, hak jawab, hak koreksi, dan mekanisme pengaduan. Semua itu harus dipahami dan digunakan dengan baik,” ucapnya.

Anam menilai PWN perlu menjadi ruang komunikasi bagi anggota ketika menghadapi persoalan jurnalistik. Pendampingan organisasi, kata dia, tetap harus berjalan sesuai aturan.

“Kalau salah, kita perbaiki. Kalau benar, kita pertanggungjawabkan. Kalau ada masalah, kita hadapi bersama melalui aturan pers,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan anggota agar tetap membangun komunikasi dengan berbagai pihak tanpa kehilangan posisi sebagai pekerja jurnalistik.

“Kita tetap bisa berkomunikasi dengan siapa pun. Kita tetap bisa duduk bersama siapa pun. Tetapi ketika menjalankan tugas jurnalistik, kita harus tahu posisi sebagai wartawan dan tahu aturan yang menjadi pegangan,” kata Anam.

Kepemimpinan PWN periode 2026-2028 diarahkan untuk mendorong wartawan bekerja berdasarkan fakta, memahami aturan pers, serta memiliki wadah organisasi ketika menghadapi persoalan jurnalistik di lapangan.

Aris Toha M
Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*