Ngawi, Presstoday.id – Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi menuntaskan program pemagangan kejuruan menjahit upper sepatu yang digelar di PT Dwi Prima Sentosa.
Program berlangsung selama 20 hari, mulai 23 Juni hingga 17 Juli 2026, sebagai upaya menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai kebutuhan industri alas kaki.
Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan dengan konsep inklusif sehingga ramah bagi penyandang disabilitas.
Selama pemagangan, peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik menjahit upper sepatu yang dibimbing instruktur dari LPK Sinergi Bisnis Abadi Madiun.

Kepala Bidang Tenaga Kerja DPPTK Ngawi, Supriyadi, mengatakan tahapan akhir program dilaksanakan melalui uji kompetensi pada 20 Juli 2026 oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Alas Kaki Yogyakarta.
Proses penilaian diawali dengan ujian tertulis, kemudian dilanjutkan ujian praktik untuk mengukur kemampuan peserta sesuai standar kompetensi nasional.
“Seluruh peserta dinyatakan kompeten setelah melalui uji tulis dan uji praktik. Mereka berhak memperoleh sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan atas kompetensi yang dimiliki,” kata Supriyadi.
Seluruh peserta berhasil lulus uji kompetensi dan menerima sertifikat BNSP.
Capaian itu menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang lebih besar memasuki sektor manufaktur, khususnya industri alas kaki.
Penutupan program ditandai dengan seremonial penyerahan kembali 50 peserta dari DPPTK Ngawi kepada manajemen PT Dwi Prima Sentosa.
Tahapan itu menandai berakhirnya masa pemagangan sekaligus menjadi jembatan bagi peserta untuk memasuki dunia kerja dengan bekal keterampilan yang telah diakui secara nasional.
Chatur Maharani Putri
Tim Redaksi