Ngawi, presstoday.id β Ngawi mulai memacu langkah cepat dalam menyiapkan tenaga kerja yang bukan hanya siap kerja, tapi juga siap bersaing. Melalui program pemagangan industri di bidang kejuruan menjahit upper sepatu, pemerintah daerah berupaya membuka jalan baru bagi warga lokal untuk menembus dunia industri.
Sebagai bagian dari penguatan sektor ketenagakerjaan, DPPTK Ngawi menggandeng PT Dwi Prima Sentosa sebagai mitra pelaksana. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, bersama Kepala DPPTK, Kusumawati Nilam, disaksikan perwakilan BPJS Ketenagakerjaan pada Rabu, 22/10.
Wabup Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko akrab disapa (Mas Antok) menilai, pemagangan industri menjadi cara paling realistis untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan kemampuan calon tenaga kerja.
“Kita tidak ingin warga Ngawi hanya jadi penonton ketika industri tumbuh di daerahnya sendiri. Melalui pelatihan ini, mereka langsung belajar dari lapangan dan berpeluang besar untuk direkrut setelahnya,” tutur Antok.
Dari total 132 pendaftar, hanya 50 peserta terbaik yang berhasil lolos seleksi dan akan mengikuti pelatihan intensif selama 20 hari. Mereka terdiri dari 36 laki-laki dan 14 perempuan, semuanya berasal dari berbagai kecamatan di Ngawi.
foto: “para peserta magang antusias mengikuti pembukaan program pemagangan industri di PT Dwi Prima Sentosa, Ngawi,”
Menurut Kepala DPPTK Ngawi, Kusumawati Nilam, seleksi peserta dilakukan langsung oleh pihak perusahaan agar pelatihan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Kami sebut ini pemagangan karena peserta langsung praktik kerja di perusahaan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar terlibat dalam proses produksi,” jelas Nilam.
Ia menambahkan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempersempit jarak antara dunia pendidikan dan dunia industri.
“Anak muda Ngawi perlu diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka. Dengan program ini, mereka bisa naik kelas dari pencari kerja menjadi tenaga kerja terampil yang dibutuhkan industri,” lanjut Nilam.
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam penyediaan tenaga kerja siap pakai di Kabupaten Ngawi. Dengan dukungan pemerintah, perusahaan, dan lembaga ketenagakerjaan, peluang kerja di sektor industri diharapkan terus terbuka lebar.
Aris Toha M
Tim Redaksi