Ngawi, presstoday.id – Program Belajar Berinovasi di Desa (Belanova) 2026 berlangsung di Desa Karangmalang, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Kamis, 12/2.
Sebanyak 25 petani mengikuti kegiatan pengendalian dan pembasmian hama tikus.
Belanova merupakan inisiatif Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur (DPMD Jatim) melalui Bidang Penataan dan Kerja Sama Desa.
Kepala Bidang Penataan dan Kerja Sama Desa DPMD Jatim, Muhammad Wahyudi, menyebut program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas desa dalam menjawab persoalan riil di lapangan, termasuk ancaman hama pada sektor pertanian.
Materi disampaikan narasumber dari Kabupaten Trenggalek, Kupat Katon.
Ia memaparkan pendekatan pengendalian terpadu, seperti gerakan tanam serempak, sanitasi lahan, hingga metode pemberantasan yang mempertimbangkan aspek keamanan lingkungan.
“Pengendalian hama tikus tidak cukup dilakukan sendiri-sendiri. Perlu pola serentak agar populasi bisa ditekan,” ujar Kupat Katon.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan Desa DPMDesa Kabupaten Ngawi, Nugroho Puguh Santoso, perangkat Kecamatan Kasreman, serta perangkat Desa Karangmalang.
Nugroho menilai persoalan hama tikus masih menjadi tantangan utama petani di sejumlah wilayah Ngawi.
“Koordinasi antarpetani dan dukungan pemerintah desa menjadi kunci agar kerugian akibat serangan hama dapat diminimalkan,” katanya.
Kepala Desa Karangmalang, Rois Muntoha, berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara kolektif.
“Jika langkah pengendalian dilakukan bersama, hasil panen berpeluang lebih terjaga,” tutupnya.
Melalui Belanova, pemerintah provinsi dan daerah mendorong desa memperkuat inovasi berbasis kebutuhan lokal, dengan harapan produktivitas pertanian tetap stabil di tengah ancaman hama.
Aris Toha M
Tim Redaksi