Ngawi, presstoday.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Sumber Daya Aparatur untuk Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 30 hingga 31 Oktober 2025, diikuti oleh jajaran aparatur BPBD Ngawi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi, Prilla Yuda Putra menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan dan kesiapsiagaan petugas dalam mengelola informasi serta penanganan bencana di wilayah Ngawi.
“Bimtek ini menjadi langkah strategis agar aparatur Pusdalops PB memiliki kemampuan teknis yang lebih baik dalam memantau, menganalisis, dan merespons potensi bencana secara cepat dan tepat,” ujar Yudha.
Menurutnya, Pusdalops PB merupakan pusat koordinasi yang berperan penting dalam pengendalian informasi kebencanaan, mulai dari tahap pra-bencana, tanggap darurat, hingga pasca-bencana. Dengan penguatan sumber daya manusia, diharapkan kinerja lembaga ini semakin optimal.
“Pusdalops adalah jantungnya sistem penanggulangan bencana di daerah. Kesiapan personelnya menjadi faktor utama agar penanganan lapangan bisa lebih efektif,” lanjutnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapat materi dari instruktur berpengalaman di bidang manajemen bencana, sistem informasi kebencanaan, dan tata cara pelaporan cepat. Pelatihan tersebut juga disertai simulasi pengoperasian sistem informasi Pusdalops secara langsung.
Yudha menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sebatas pelatihan teknis, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas sistem koordinasi antarbidang di lingkungan BPBD Ngawi.
“Melalui kegiatan ini, kita bisa menilai sejauh mana kesiapan personel dalam menghadapi bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Ngawi,” tuturnya.
Ia menilai, perubahan iklim yang semakin tidak menentu menuntut aparatur daerah untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan adaptasi. Bimtek seperti ini menjadi salah satu upaya agar penanganan bencana bisa lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Selain itu, kegiatan tersebut juga memperkuat sinergi antarinstansi terkait, termasuk TNI, Polri, dan relawan kebencanaan. Kolaborasi lintas sektor dianggap penting untuk mempercepat langkah penanganan di lapangan.
“Kami berupaya membangun komunikasi yang lebih intens dengan semua pihak terkait agar setiap kejadian bisa segera ditangani. Sinergi ini akan menjadi kekuatan utama penanggulangan bencana di tingkat daerah,” tutup Yudha.
Aris Toha M
Tim Redaksi