Pasuruan, presstoday.id â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi turut ambil bagian dalam kegiatan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Juli 2025, dan diikuti oleh seluruh BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang memimpin apel pembukaan kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi dan kesiapsiagaan lintas wilayah dalam menghadapi potensi bencana yang semakin kompleks.
“Mari jadikan momentum ini sebagai wujud nyata semangat resiliensi dan kebersamaan menuju Jawa Timur yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan sebagai Gerbang Baru Nusantara,” ujar Emil dalam arahanya.
Agenda ini menampilkan berbagai peralatan penanggulangan bencana dari masing-masing daerah serta diramaikan dengan sejumlah lomba simulasi kebencanaan. Lomba tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat koordinasi, serta menumbuhkan semangat solidaritas antardaerah.
foto: “Deretan tenda peserta menghiasi area Kebun Raya Purwodadi, menjadi pusat kegiatan dan koordinasi lapangan,”
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi, Prilla Yuda Putra, menyampaikan bahwa partisipasi BPBD Ngawi dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen daerah dalam memperkuat kapasitas personel, serta menjalin sinergi dengan instansi lain se-Jawa Timur.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kesiapan, tetapi juga ruang belajar bersama. Lewat simulasi dan lomba, kami dapat mengasah kemampuan tim serta memperkuat jaringan kerja antardaerah,” kata Prilla.
Ia menambahkan, BPBD Ngawi juga membawa sejumlah peralatan tanggap darurat unggulan yang selama ini digunakan dalam penanganan bencana di wilayah Ngawi.
Dengan melibatkan seluruh daerah, kegiatan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana ini menjadi salah satu strategi Pemprov Jawa Timur dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana secara terpadu, profesional, dan berbasis kolaborasi.
Aris Toha M
Tim Redaksi