Ngawi, presstoday.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi laksanakan Pelatihan Water Rescue untuk meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur dalam penanganan darurat bencana, khususnya kejadian berbasis air. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 15–16 Desember 2025.
Pelatihan ini diikuti personel BPBD Kabupaten Ngawi yang terlibat langsung dalam penanganan kebencanaan. Materi yang diberikan meliputi teknik penyelamatan korban di perairan, evakuasi darurat, keselamatan petugas, serta Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai penanganan awal terhadap korban bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi, Prila Yuda Putra, menjelaskan bahwa kemampuan water rescue menjadi kebutuhan penting di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan luapan sungai.
“Pelatihan ini disiapkan untuk membekali aparatur agar memiliki keterampilan teknis penyelamatan di air sekaligus memahami prosedur Bantuan Hidup Dasar saat menghadapi korban,” kata Yuda.

Menurutnya, penguasaan BHD menjadi bagian penting dalam rantai penyelamatan karena dapat meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum mendapat penanganan medis lanjutan.
“Penanganan awal yang cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan korban, terutama pada kondisi darurat bencana,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, BPBD Kabupaten Ngawi menargetkan peningkatan kesiapsiagaan aparatur sehingga respons kebencanaan dapat dilakukan lebih cepat, aman, dan terkoordinasi saat terjadi bencana di wilayah setempat.
Aris Toha M
Tim Redaksi