322 Pejabat Dilantik, Penataan Birokrasi Ngawi Masih Sisakan Jabatan Strategis Kosong

Ngawi, presstoday.id – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono melantik dan mengambil sumpah 322 pejabat di Pendopo Wedya Graha, Rabu 19/8. Pengisian jabatan menggunakan pendekatan manajemen talenta perkuat sistem merit sekaligus menempatkan aparatur sesuai kompetensi, kinerja, dan potensi.

Ratusan pejabat yang dilantik terdiri dari 10 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), 53 administrator, 57 pengawas, 192 kepala sekolah, enam kepala puskesmas, serta empat pejabat pengukuhan BAPPERIDA.

Bupati Ony, menyebut mutasi, rotasi, dan promosi merupakan bagian dari evaluasi kinerja aparatur sekaligus upaya mengisi sejumlah posisi yang kosong akibat pejabat memasuki masa pensiun.

“Mutasi, rotasi, dan promosi dilakukan melalui evaluasi kinerja. Pengisian jabatan juga menyesuaikan kebutuhan organisasi, termasuk sejumlah posisi yang kosong karena pejabat memasuki masa pensiun,” ujar Ony.

Menurut Ony, penerapan manajemen talenta membuat proses pengembangan karier ASN lebih terukur. Penilaian mempertimbangkan potensi, kompetensi, serta rekam kinerja masing-masing aparatur.

Ony menyebut proses pengisian jabatan juga mendapat pemantauan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur.

Ngawi menjadi salah satu daerah yang menerapkan manajemen talenta dalam pengisian jabatan.

“Manajemen talenta digunakan agar penempatan ASN memiliki dasar yang jelas, mulai potensi, kompetensi hingga kinerja. Harapannya, birokrasi semakin profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik,” kata Ony.

Meski 322 pejabat telah menerima amanah baru, pekerjaan birokrasi Ngawi belum sepenuhnya selesai.

Sejumlah jabatan strategis masih belum terisi secara definitif, termasuk Inspektur Inspektorat Kabupaten Ngawi yang masih ditempati pelaksana tugas (Plt).

Pengisian jabatan Inspektur serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Kondisi ini membuat pelantikan ratusan pejabat bukan menjadi akhir penataan birokrasi.

Ujian berikutnya adalah memastikan seluruh posisi strategis segera terisi dengan figur yang tepat, sekaligus membuktikan manajemen talenta benar-benar menghasilkan birokrasi berbasis kompetensi, bukan sekadar pergantian jabatan.

Fatkhul Mu’anam
Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*