Hari Museum Nasional, Disdikbud Ngawi Ajak Pelajar Cintai Sejarah Lewat Vlog Trinil

Ngawi, presstoday.id — Peringatan Hari Museum Nasional yang jatuh setiap 12 Oktober menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap peran museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya bangsa. Melalui museum, generasi muda diajak memahami perjalanan panjang peradaban Indonesia serta memperkuat identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi.

Memperingati momen tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Lomba Vlog Museum Trinil tingkat SMP negeri dan swasta tahun 2025.

Kegiatan ini menjadi sarana kreatif bagi pelajar untuk mengeksplorasi nilai sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan yang tersimpan di Museum Trinil, salah satu situs prasejarah terkenal di Indonesia.

Pamong Budaya Ahli Muda Disdikbud Ngawi, Daut Salepang, mengatakan bahwa lomba ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya lokal melalui pendekatan digital yang dekat dengan dunia remaja.

“Melalui vlog, siswa dapat mengekspresikan pemahaman mereka tentang pentingnya museum dan sejarah dengan cara yang kreatif dan menarik,” ujarnya. Kamis 16/10.

Sebanyak 42 tim dari 32 lembaga pendidikan di Kabupaten Ngawi turut ambil bagian dalam lomba tersebut. Peserta menampilkan beragam konsep vlog edukatif dengan mengangkat tema pelestarian sejarah manusia purba, koleksi peninggalan zaman prasejarah, serta nilai-nilai budaya yang tersimpan di Museum Trinil.

Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kreativitas, kualitas konten, kemampuan penyampaian pesan edukatif, serta keaslian ide. (unsur narasi dan sejarah ; unsur video dan pengambilan gambar; dan unsur cinematografinya)

Dewan juri berasal dari unsur praktisi media film, pegiat sejarah dan budaya, serta praktisi fotografi dan videografi.

Hasil akhir kompetisi menunjukkan antusiasme dan kualitas karya yang cukup tinggi. Juara pertama diraih oleh SMP Negeri 1 Kedunggalar Tim 1, disusul SMP Negeri 4 Ngawi di posisi kedua, dan SMP Negeri 1 Pangkur di posisi ketiga.

Selain tiga pemenang utama, panitia juga menetapkan dua pemenang harapan, yaitu SMP Negeri 2 Ngawi tim 2 dan SMP Negeri 1 Ngrambe, yang dinilai berhasil menampilkan kreativitas dan pesan edukatif yang kuat.

Menurut Daut Salepang, kegiatan semacam ini menjadi bukti nyata bahwa museum bukan hanya tempat penyimpanan benda kuno, melainkan ruang belajar yang hidup dan dinamis.

“Kami ingin museum menjadi bagian dari gaya belajar generasi muda, agar sejarah tidak hanya dihafal, tetapi dipahami dan dicintai,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa Dindikbud Ngawi akan terus mendorong kegiatan serupa di masa mendatang, baik dalam bentuk lomba digital, pameran interaktif, maupun kolaborasi dengan sekolah-sekolah.

Melalui peringatan Hari Museum Nasional dan kegiatan lomba ini, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa semakin meningkat.

Museum Trinil pun diharapkan terus menjadi destinasi edukatif yang memperkaya wawasan sejarah Indonesia bagi pelajar dan masyarakat luas.

Aris Toha M
Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*