Ngawi, presstoday.id – Investor asal Hong Kong membidik lahan sekitar 100 hektare di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, untuk pengembangan mini kawasan industri tahap awal. Rencana investasi ini mulai dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi, termasuk melalui pemaparan konsep dan peninjauan lokasi.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut pembahasan dengan calon investor berjalan produktif. Menurutnya, investasi itu berpotensi membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat jika seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan.
“Diskusi berjalan produktif, mulai dari pemaparan rencana hingga peninjauan langsung ke lapangan. Masuknya investasi ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga peluang bagi putra-putri daerah mendapatkan lapangan kerja lebih dekat dengan rumah,” ujar Ony, Kamis 20/8.
Selain membuka kesempatan kerja, pengembangan kawasan industri diharapkan ikut menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
Aktivitas ekonomi baru dinilai dapat memberi dampak berantai bagi masyarakat jika kebutuhan industri melibatkan tenaga kerja dan usaha lokal.
Namun, rencana investasi dengan luasan 100 hektare juga membutuhkan kajian yang matang. Pemerintah daerah perlu memastikan aspek teknis, tata ruang, perizinan, infrastruktur, hingga dampak lingkungan terpenuhi sebelum proyek bergerak lebih jauh.
“Seluruh proses akan dikawal sesuai aturan, mulai aspek teknis hingga keberlanjutan lingkungan. Harapannya, manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat Ngawi secara luas,” kata Ony.
Ony menegaskan peluang investasi harus berjalan seiring dengan kepentingan daerah.
Targetnya bukan hanya menghadirkan kawasan industri, tetapi menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Rencana ini masih berada dalam tahap penjajakan dan pembahasan.
Besarnya lahan yang dibidik menjadi peluang sekaligus tantangan, sebab keberhasilan investasi akan ditentukan bukan hanya oleh masuknya modal, tetapi juga seberapa besar dampaknya terhadap warga dan lingkungan sekitar.
Rumini Astuti
Tim Redaksi