Bakesbangpol Ngawi Gunakan Film Sebagai Media Pembentuk Karakter

Ngawi, presstoday.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Ngawi menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bertema “Film sebagai Media Penjaga Nilai-Nilai Budaya, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Negara” di Pendopo Wedya Graha, Selasa 28/10.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat kebangsaan melalui medium film yang edukatif, inspiratif, dan relevan bagi generasi muda.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyebut film memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa. Menurutnya, film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana efektif menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai budaya.

“Film bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan moral, nilai budaya, dan semangat nasionalisme. Melalui film yang cerdas dan mendidik, kita dapat memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan negara, terutama di kalangan generasi muda,” ujar Mas Antok, sapaan akrab.

Kepala Bakesbangpol Ngawi, Wahyu Sri Kuncoro, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter kebangsaan yang berkelanjutan. Ia menilai film dapat menjadi jembatan efektif dalam menanamkan nilai-nilai persatuan dan cinta tanah air.

“Melalui film, pesan kebangsaan dapat tersampaikan dengan cara yang lebih dekat dan menyentuh hati masyarakat. Ini menjadi strategi penting dalam membangun kesadaran berbangsa di era digital,” ungkap Wahyu.

Dalam kesempatan tersebut, Bakesbangpol menghadirkan narasumber dari Community Forum JAFF, Arief Achmad Yani, serta sutradara film nasional B. W. Purbanegara.

Keduanya membagikan pandangan mengenai bagaimana film mampu menjadi soft power dalam membangun karakter, memperkuat identitas budaya, dan menangkal pengaruh negatif globalisasi.

Menurut Arief Achmad Yani, film bisa menjadi ruang kreatif yang menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa.

“Ketika anak muda menonton atau membuat film yang mengangkat nilai-nilai lokal, di situ muncul kesadaran tentang jati diri dan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, B. W. Purbanegara menilai film juga berperan sebagai media refleksi sosial.

“Film yang baik mengajak penontonnya berpikir, bukan sekadar menikmati. Di situlah letak kekuatan film dalam membangun karakter bangsa,” katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Ngawi, antara lain Kepala Badan Litbang, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perwakilan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tahun 2025.

Para peserta, khususnya anggota PPI, diharapkan menjadi agen penyebar semangat kebangsaan di lingkungan masing-masing.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menanamkan rasa cinta tanah air, memperkuat karakter bangsa, serta menjaga nilai-nilai budaya melalui media yang dekat dengan kehidupan masyarakat yakni film.

Aris Toha M
Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*