Ngawi, presstoday.id – Pemdes Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, selesaikan pekerjaan rabat ready mix di Dusun Bandem, RT 06-04 RW 04, melalui program Bantuan Keuangan (BK) sarana dan prasarana.
Pekerjaan ini memanfaatkan anggaran sebesar Rp100 juta dengan spesifikasi T10P sepanjang 240 meter dan lebar 3 meter. Total volume konstruksi mencapai 70,2 meter kubik.
Pembangunan rabat tersebut dikerjakan selama satu minggu oleh tim pelaksana desa bersama masyarakat setempat. Proses pengerjaan berjalan sesuai perencanaan serta memprioritaskan kualitas material.
Kepala Desa Kendal, Suwarno, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi kebutuhan mendesak bagi jalur permukiman warga.
“Perbaikan akses di Bandem mampu mendukung mobilitas harian warga serta memperlancar aktivitas ekonomi,” ujar Suwarno, Rabu 20/11.
Ia menambahkan, rabat ready mix dipilih agar hasil konstruksi lebih kuat dan tahan lama.
“Penggunaan ready mix memberikan kualitas lebih baik dan memperpanjang usia infrastruktur desa,” ucapnya.
Menurutnya, akses jalan yang sebelumnya rusak sering menghambat pergerakan masyarakat, terutama pada musim hujan. Kondisi itulah yang mendorong percepatan pengerjaan BK sarana dan prasarana tahun ini.
foto: “informasi anggaran Rp100 juta tertulis jelas pada papan transparansi proyek di Bandem,”
Salah satu warga Dusun Bandem, Supari, menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jalan tersebut.
“Akses menuju permukiman menjadi lebih nyaman. Warga bisa berkegiatan tanpa hambatan seperti sebelumnya,” ujar Supari.
Warga berharap pembangunan infrastruktur tetap berkelanjutan agar pemerataan fasilitas desa bisa terus dirasakan masyarakat.
Ruas-ruas jalan kecil di area permukiman dinilai masih membutuhkan peningkatan.
Dengan selesainya pekerjaan rabat ready mix ini, pemerintah desa menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah dusun dapat mendorong penguatan ekonomi lokal.
Akses yang baik dinilai berpengaruh langsung terhadap produktivitas warga.
Pemdes Kendal memastikan setiap program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat dan dikerjakan secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan Bantuan Keuangan (BK).