Ngawi, presstoday.id – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak. Hujan berintensitas tinggi memicu jalan ambrol hingga jembatan putus di beberapa wilayah.
Salah satu titik terdampak berada di Desa Jeblogan, Kecamatan Paron. Jalan penghubung antar desa ambrol sepanjang puluhan meter pada Sabtu, 14/2, setelah diguyur hujan deras selama berjam-jam.
Saat ini, perbaikan sementara dilakukan dengan pemasangan bronjong berisi batu untuk menahan pergerakan tanah sambil menunggu proses normalisasi.
Di Kecamatan Ngrambe, jembatan penghubung dua desa putus total, Senin, 23/2. Peristiwa itu mengganggu mobilitas warga, termasuk siswa yang setiap hari melintasi akses tersebut untuk bersekolah.
Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, (Pak King) meninjau langsung lokasi terdampak di Paron dan Ngrambe, Rabu, 25/2.
Pak King menilai perlu evaluasi menyeluruh terhadap penanganan banjir yang belakangan kerap terjadi.
“Jika banjir ini terjadi tanpa mitigasi yang jelas dan akurat, kejadian ini akan terus terulang kembali. Kami akan memanggil BPBD Ngawi,” kata Pak King.
Legislator PDI Perjuangan itu menyebut dampak banjir meluas, mulai dari areal pertanian terendam, infrastruktur jalan rusak, hingga kerusakan rumah warga.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemkab Ngawi dalam melakukan penanganan awal di sejumlah titik terdampak.
“Kami mengapresiasi Pemkab Ngawi yang langsung melakukan perbaikan jalan di Desa Jeblogan. Untuk jembatan di Ngrambe mungkin masih proses karena baru kemarin ambrol,” ujarnya.
Pak King menambahkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan, terutama kawasan resapan air di wilayah hulu.
Ia mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai maupun selokan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menjaga kelestarian lingkungan.
Rumini Astuti
Tim Redaksi