Ngawi, presstoday.id — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Ngawi menggelar sosialisasi pencegahan dini ancaman radikalisme dan terorisme melalui media sosial, Kamis 11/12, di Gedung Kesenian Pemkab Ngawi. Kegiatan ini menyasar pelajar tingkat SMA dan SMK di wilayah setempat.
Sosialisasi diikuti 80 siswa-siswi dari SMAN 1 Ngawi, SMAN 2 Ngawi, SMKN 1 Ngawi, dan SMA Muhammadiyah Ngawi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Ngawi, Nuri Karimattunnisa.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Ngawi, Wahyu Sri Kuncoro, menyebut pelajar menjadi kelompok yang rawan dipengaruhi paham radikal karena faktor usia dan minimnya pemahaman ideologi kebangsaan.
“Anak muda, terutama pelajar, sering menjadi sasaran karena masih dalam tahap pencarian jati diri,” kata Wahyu.
Ia menjelaskan, kelompok radikal memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendekati remaja.
Media sosial hingga permainan daring kerap digunakan sebagai pintu masuk penyebaran ideologi menyimpang.

foto: “Pemateri bersama pelajar peserta sosialisasi cegah radikalisme,”
Katim Unit 2 Identifikasi dan Sosialisasi Satgas Wilayah Jawa Timur Densus 88, Wily Marindar, mengungkapkan media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, Telegram, hingga game online menjadi sarana yang paling sering digunakan.
“Pola pendekatan dilakukan secara halus, bertahap, dan menyesuaikan minat anak muda,” ungkap Wily.
Melalui sosialisasi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai nilai kebangsaan serta pengertian dan bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami pelajar.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Ngawi, Nuri Karimattunnisa, menilai kegiatan tersebut penting sebagai upaya perlindungan generasi muda.
“Penguatan literasi kebangsaan sejak dini menjadi benteng utama agar pelajar tidak mudah terpapar paham menyimpang,” tutup Nuri
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan pelajar serta membentengi siswa di Kabupaten Ngawi dari ancaman radikalisme dan terorisme yang berkembang melalui media sosial.
Aris Toha M
Tim Redaksi