Ngawi, presstoday.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ngawi gelar bimbingan teknis (bimtek) bertema Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Rencana Pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kecamatan Karangjati, Selasa 11/11.
Kegiatan ini melibatkan 50 peserta yang terdiri atas pejabat eselon 3 Dinas Sosial, pejabat kecamatan, ASN Kemensos, operator DTSEN desa, serta Koordinator Kabupaten SDM Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kecamatan Bringin dan Karangjati.
Sekretaris Dinas Sosial, Ekuina Setya Rini, yang mewakili Kepala Dinas Sosial dalam kegiatan tersebut, menyampaikan pentingnya memperkuat koordinasi antara pengampu layanan kesejahteraan sosial di tingkat desa.
“Sinergitas dari tingkat desa sangat menentukan validitas data sosial ekonomi masyarakat. Kami berharap pengelolaan DTSEN di Kecamatan Bringin dan Karangjati semakin akurat, sehingga pelayanan sosial bisa lebih tepat sasaran,” ujar Ekuina.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Ngawi, Mochamad Turnawan, menekankan bahwa DTSEN berperan penting dalam penyaluran bantuan sosial. Ia juga memaparkan sejumlah poin strategis dalam evaluasi DBH CHT 2025.
“Perubahan dalam sistem DTSEN menuntut keakuratan data agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, evaluasi DBH CHT juga berfokus pada optimalisasi manfaat bagi masyarakat di daerah penghasil tembakau,” jelas Turnawan.
“Khusus di Ngawi, Bringin dan Karangjati menjadi penerima manfaat terbanyak karena terdapat tiga pabrik rokok dan menjadi sentra pertanian tembakau,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi, saat dihubungi wartawan, mengapresiasi pelaksanaan bimtek tersebut sebagai langkah penting untuk meningkatkan kualitas data sosial di daerah.
“Validitas data adalah fondasi dalam setiap kebijakan sosial. Dengan data yang kuat dan terintegrasi, pelaksanaan program sosial seperti PKH, JKN, maupun bantuan sosial lainnya dapat lebih tepat sasaran,” tutur Bonadi.
“Selain itu, hasil evaluasi DBH CHT diharapkan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama di wilayah penghasil tembakau,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, Dinsos Ngawi berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan data sosial ekonomi dapat mendukung kebijakan perlindungan sosial yang lebih efektif dan berkeadilan.