Disparpora Pastikan 21 Venue POPDA Jatim di Ngawi Siap

Ngawi, presstoday.id — Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi menjelaskan persiapan sebagai tuan rumah POPDA XV Jawa Timur dan PEPARPEDA II 2026 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Ngawi, Rabu 7/10.

Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, mengatakan pembahasan dalam RDP meliputi persiapan sejak Ngawi mendapat SK Gubernur Jawa Timur sebagai tuan rumah hingga kondisi terbaru.

“Dalam RDP kita menjelaskan bagaimana proses Ngawi mendapat SK Gubernur sebagai tuan rumah sampai persiapan yang sudah dilakukan saat ini,” kata Wiwien.

Menurut Wiwien, kesiapan tempat pertandingan sudah mencapai tahap akhir. Sebanyak 21 venue sudah dicek dan disurvei oleh pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga.

“Untuk venue sudah siap semua. Ada 21 venue yang sudah dicek, disurvei dan disetujui pengprov masing-masing cabor,” ujarnya.

Persoalan penginapan juga menjadi perhatian karena banyak tempat menginap sudah penuh.

Sejumlah kontingen akhirnya mencari rumah warga yang disewakan sebagai tempat tinggal selama mengikuti pertandingan.

“Untuk penginapan sudah penuh. Banyak kontingen yang mencari rumah penduduk yang disewakan,” ungkap Wiwien.

Dari sisi anggaran, jumlah atlet Ngawi hasil seleksi mencapai 304 orang.

Jumlah ini lebih banyak dari alokasi awal sebanyak 250 atlet.

Disparpora masih mengupayakan pergeseran anggaran dengan kebutuhan tambahan sekitar Rp115 juta.

“Untuk anggaran 304 atlet, kita upayakan ada pergeseran anggaran. Saat ini masih dalam proses,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Ngawi, Soeradji, mengatakan pengecekan venue, penginapan dan kebersihan perlu dilakukan sebelum pertandingan dimulai.

DPRD juga berencana melihat langsung sejumlah lokasi pertandingan.

“Venue harus dicek, penginapan, apalagi kebersihan. Kita jadi tuan rumah itu tidak segampang itu. Hotel, penginapan biasa maupun homestay harus disiapkan betul dan segera dicek,” kata Soeradji.

Disparpora juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berjualan di Alun-Alun Ngawi maupun di setiap venue.

Kehadiran banyak kontingen diharapkan ikut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“UMKM kita persilakan berjualan, baik di Alun-Alun maupun masing-masing venue. Ekonomi di Ngawi harus bergerak dengan adanya POPDA,” ujar Wiwien.

Dari sisi prestasi, Disparpora menaikkan target setelah jumlah kontingen dan atlet yang mengikuti seleksi cukup banyak.

Ngawi ditargetkan masuk 15 besar Jawa Timur.

“Karena kontingen kita banyak, target kita naikkan. Sesuai hasil seleksi, mudah-mudahan Ngawi masuk 15 besar Jatim,” pungkas Wiwien.

Laporan: Aris Toha M
Editor: Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*