Komisi III DPRD Ngawi Panggil Disparpora Bahas Persiapan POPDA

Ngawi, presstoday.id — Jelang POPDA XV dan PEPARPEDA II Jawa Timur 2026 yang dijadwalkan 6 November 2026 mendatang, Komisi III DPRD Kabupaten Ngawi meminta Disparpora memastikan kesiapan sebagai tuan rumah melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu 7/10, di ruang Komisi III DPRD Ngawi.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Ngawi, Soeradji, mengatakan sejumlah hal, mulai dari venue pertandingan, penginapan, kebersihan, fasilitas pendukung hingga kebutuhan anggaran.

DPRD juga berencana melakukan inspeksi ke sejumlah venue sebelum pertandingan dimulai.

Pemeriksaan untuk memastikan fasilitas siap digunakan kontingen dari berbagai daerah.

“Venue harus dicek, penginapan apalagi kebersihan. Kita jadi tuan rumah itu tidak segampang itu. Hotel, penginapan biasa maupun homestay harus disiapkan betul dan segera dicek,” ujar Soeradji.

Dari sisi anggaran, jumlah atlet hasil seleksi mencapai 304 orang, atau bertambah dari alokasi awal sebanyak 250 atlet.

Disparpora memperkirakan kebutuhan tambahan anggaran sekitar Rp115 juta.

Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, mengatakan RDP membahas perkembangan persiapan Ngawi sebagai tuan rumah POPDA XV dan PEPARPEDA II Jawa Timur 2026.

“Kita jelaskan dari awal bagaimana Ngawi mendapat SK Gubernur sebagai tuan rumah sampai dengan persiapannya saat ini,” kata Wiwien.

Menurut Wiwien, sebanyak 21 venue sudah dicek dan disurvei.

Tempat pertandingan juga telah mendapat persetujuan dari pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga.

“Untuk venue sudah siap semua. Ada 21 venue yang sudah dicek, disurvei dan disetujui pengprov masing-masing cabor,” ujarnya.

Persoalan penginapan juga mulai dihadapi. Sejumlah hotel sudah penuh sehingga kontingen peserta mencari alternatif rumah warga yang disewakan sebagai tempat tinggal.

Untuk kebutuhan 304 atlet, Disparpora masih mengupayakan pergeseran anggaran.

Proses pembahasan tambahan anggaran masih berjalan.

Selain pertandingan, Disparpora membuka kesempatan bagi pelaku UMKM berjualan di Alun-Alun Ngawi maupun area venue.

Kehadiran ribuan peserta dan pendamping diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

“UMKM kita persilakan berjualan, baik di Alun-Alun maupun di masing-masing venue. Ekonomi Ngawi harus bergerak dengan adanya POPDA,” kata Wiwien.

Dengan jumlah atlet hasil seleksi yang bertambah, Disparpora menaikkan target prestasi kontingen Ngawi.

Target yang dipasang yakni masuk 15 besar Jawa Timur.

“Karena kontingen kita banyak, target kita naikkan. Sesuai hasil seleksi, mudah-mudahan Ngawi masuk 15 besar Jatim,” ujar Wiwien.

Laporan: Aris Toha M
Editor: Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*