Ngawi, presstoday.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi memantau perkembangan panen tembakau 2026, mulai dari kualitas daun hingga pergerakan harga di tingkat petani.
Hasil pemantauan awal menunjukkan mutu tembakau cukup menggembirakan, sementara harga rajangan kering mencapai sekitar Rp60 ribu per kilogram.
Kabid Perkebunan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Ngawi, Dwi Rahayu Puspitaningrum, menyebut kualitas tembakau musim ini secara umum lebih baik dibanding musim sebelumnya.
Cuaca kemarau yang relatif panas turut membantu pematangan daun dan proses pengeringan setelah dirajang.
“Kualitas awal panen tahun ini cukup menggembirakan. Kemarau membantu proses pematangan daun dan pengeringan, tetapi petani tetap perlu menjaga proses sejak pemetikan, perajangan sampai penjemuran,” ujar Dwi. Kamis 13/8.
Menurut Dwi, DKPP terus mencermati perkembangan kualitas dan harga tembakau agar kondisi panen bisa memberikan manfaat bagi petani.
Harga saat ini mencapai sekitar Rp60 ribu per kilogram, naik dari kisaran Rp45 ribu tahun 2025.
Kenaikan sekitar Rp15 ribu itu setara 33 persen. Meski begitu, harga di tingkat petani masih berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, bergantung kualitas tembakau.
Chatur Maharani Putri
Tim Redaksi