Ngawi, presstoday.id – Kesiapan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ngawi mendapat sorotan setelah Komisi I DPRD melakukan inspeksi mendadak ke Satpol PP dan Damkar, Kamis 13/8. Pemeriksaan menemukan sejumlah peralatan tidak layak pakai, sementara perlengkapan keselamatan petugas juga belum memenuhi kebutuhan standar.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Ngawi, Nuri Karimattunnisa, menyebut sidak dilakukan untuk melihat langsung kemampuan Damkar menghadapi kondisi darurat.
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat sulit maksimal jika sarana utama justru mengalami keterbatasan.
“Tadi terlihat banyak peralatan yang tidak layak pakai. Ini akan disampaikan ke Banggar dan direkomendasikan segera ditangani. Kondisinya sudah harus mendapat perhatian serius karena menyangkut pelayanan langsung kepada masyarakat,” tegas Nuri.
Dari empat unit kendaraan Damkar, satu unit disebut tidak efektif, sedangkan tiga unit lainnya masih dapat digunakan dengan sejumlah keterbatasan. Salah satu persoalan utama berada di bagian selang yang sudah tidak layak.
Plt Sekretaris Satpol PP Kabupaten Ngawi, Budiono, menyebut kebutuhan peralatan sudah diusulkan agar segera mendapat pengadaan.
“Ada empat unit, satu tidak efektif. Tiga masih efektif, tetapi terbatas karena kondisi selang. Usulan penambahan selang sudah disampaikan, dengan jangkauan sekitar 60 sampai 70 meter,” ujar Budiono.
Keterbatasan juga terjadi pada perlengkapan pelindung petugas. Dari kebutuhan standar 10 APD di setiap pos, saat ini hanya tiga yang masih berfungsi. Sebagian lainnya sudah usang dan mengalami kerusakan, termasuk sepatu.
“APD yang masih berfungsi saat ini tiga. Sisanya sudah usang dan ada yang sobek, termasuk sepatu. Kondisi ini belum mampu mengoptimalkan perlindungan petugas,” kata Budiono.
Satpol PP juga mengusulkan pembaruan mesin penggerak tekanan agar kemampuan pemadaman lebih optimal.
Penambahan tiga roll selang untuk setiap kendaraan dinilai penting agar petugas memiliki jangkauan sekitar 60 meter ketika menghadapi lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.
Temuan ini memperlihatkan persoalan Damkar Ngawi tidak berhenti soal usia kendaraan.
Peralatan inti dan perlindungan petugas ikut menjadi titik lemah.
Jika kondisi itu dibiarkan, kecepatan dan keselamatan penanganan kebakaran berpotensi terganggu.
Komisi I DPRD Ngawi berencana membawa hasil sidak ke Badan Anggaran (Banggar) sebagai bahan rekomendasi penganggaran.
Kini persoalannya bukan lagi apakah kebutuhan peralatan sudah diketahui, melainkan seberapa cepat pemerintah daerah mengubah temuan itu menjadi pengadaan dan perbaikan.
Chatur Maharani Putri
Tim Redaksi