Jalanan Ngawi Kembali Jadi Ruang Kritik, Aliansi Mahasiswa Bergerak

Ngawi, presstoday.id – Jalanan Ngawi kembali menjadi ruang menyampaikan kritik. Aliansi Mahasiswa Ngawi yang terdiri dari Serikat BEM se-Ngawi, GMNI, IMM, dan PC PMII mengawal belasan isu yang dinilai belum mendapat jawaban memadai dari pemerintah. Berbekal 11 tuntutan, massa bergerak dari Tugu Kartonyono menuju Kantor Pemkab dan DPRD Ngawi, Kamis 25/6, sembari membawa pesan bahwa persoalan rakyat tidak cukup dijawab dengan janji.

Aksi menjadi wadah penyampaian kritik terhadap berbagai persoalan, mulai evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penolakan kenaikan harga BBM, kenaikan harga kebutuhan pokok, pengesahan RUU Perampasan Aset, penanganan kasus kekerasan seksual, pengelolaan sampah, reklamasi tambang, hingga perlindungan sektor pertanian dan harga pupuk.

Ketua Serikat BEM se-Ngawi, Dimas Aradhea Wibowo, menilai kondisi nasional maupun daerah sedang menghadapi banyak persoalan yang membutuhkan perhatian serius.

“Serikat BEM se-Ngawi turut berduka cita atas matinya demokrasi dan kesejahteraan petani. Indonesia Carut Marut – Ngawi Mawut,” ujar Dimas.

Menurut Dimas, alih fungsi lahan sawah produktif menuju kawasan industri tanpa perlindungan terhadap petani dinilai mengancam identitas Ngawi sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Kondisi itu, lanjutnya, menjadi alasan mahasiswa terus menyuarakan kepentingan masyarakat.

Dimas juga menyampaikan kritik terhadap pemerintahan saat ini.

“Serikat BEM se-Ngawi turut berduka cita atas gagalnya rezim saat ini. Indonesia Carut Marut – Ngawi Mawut. Mpun mboten saget sabar, saget e namung melawan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, menerima perwakilan mahasiswa dan menyampaikan tanggapan atas aspirasi yang disampaikan.

“Aspirasi terkait evaluasi Program MBG, KDMP, maupun persoalan kenaikan BBM merupakan bagian dari kontrol sosial yang wajar. DPRD Ngawi siap menampung dan meneruskan tuntutan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun instansi terkait,” kata Yuwono.

Yuwono juga mengapresiasi aksi mahasiswa yang berlangsung tertib sehingga penyampaian pendapat tetap berjalan sesuai ketentuan.

Aksi berakhir setelah dialog antara perwakilan mahasiswa dan pimpinan DPRD Ngawi.

Meski demikian, mahasiswa menegaskan bakal terus mengawal seluruh tuntutan hingga mendapat tindak lanjut nyata, terutama menyangkut perlindungan petani, penguatan demokrasi, serta kebijakan yang dinilai lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Aris Toha M
Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*