Ngawi, presstoday.id – Puluhan siswa SD dan SMPN 2 Kedunggalar harus mendapat perawatan setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu 26/11. Mereka mengeluhkan mual, muntah, pusing, hingga sesak napas tak lama setelah makan saat jam istirahat.
Hidangan MBG yang dikonsumsi para siswa berisi nasi putih, telur puyuh bumbu kuning, oseng labu siam, susu, dan buah pisang. Beberapa menit setelah makan, sejumlah siswa mulai menunjukkan gejala hingga akhirnya dievakuasi ke Puskesmas Gemarang.
Total 79 siswa dirawat intensif. Mereka berasal dari SMPN 2 Kedunggalar, SDN Jenggrik 2, SDN Jenggrik 6, dan SDN Gemarang 5. Tenaga medis masih melakukan observasi untuk memastikan kondisi para korban stabil.
Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, meninjau langsung lokasi kejadian, meminta pelaksana program MBG mengikuti aturan.
“Meskipun masih TMS kok dipaksakan beroperasi? Apakah ini ada aturannya? Ketika ada sesuatu yang tidak memenuhi syarat, regulasi harusnya sudah meng-cover,” ujar Yuwono.
Yuwono juga menegaskan perlunya langkah tegas jika ditemukan proses atau bahan MBG yang belum memenuhi standar higienitas.
“Harapan saya, pihak yang punya otoritas bertindak sesuai kewenangannya. Jika ada item yang masih TMS dari hasil pemeriksaan higienitas, ya ditunda dulu operasionalnya,” tuturnya.
Kepala Puskesmas Gemarang, Rina Ayu Prasetyo, menjelaskan kondisi para siswa terus dipantau.
“Sebagian besar mengalami mual, pusing, dan muntah. Penanganan dilakukan sesuai gejala, dan beberapa siswa masih kami observasi untuk memastikan semuanya aman,” kata Rina.
Penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan dan sampel makanan telah diambil untuk diuji oleh pihak berwenang.
Aris Toha M
Tim Redaksi