Surabaya, presstoday.id – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) mengadakan Diskusi Strategis bertema “Hilirisasi Kelapa Sebagai Role Model Penguatan Ekonomi Daerah” di Auditorium RM Soemantri Surabaya, Selasa 26/11. Forum ini mengulas peluang ekonomi biru melalui optimalisasi komoditas kelapa agar mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat daerah.
Acara tersebut menghadirkan tiga narasumber utama:
1. Piet Hein Babua – Bupati Halmahera Utara
2. Fadjar K Hartati – Guru Besar Teknologi Pangan
3. Siti Marwiyah – Rektor Unitomo
Diskusi berfokus pada bagaimana hilirisasi kelapa mendorong peningkatan pendapatan petani, peluang ekspor, serta dampak lanjutan bagi tenaga kerja sektor agroindustri.
Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menegaskan perlunya keberpihakan lewat kebijakan daerah untuk menjaga ketersediaan bahan baku industri. Ia menyebut penerapan Peraturan Daerah yang melarang ekspor kelapa mentah berhasil meningkatkan daya tawar petani.
“Industri yang hadir di Halmahera Utara melalui aturan ini bukan sekadar menghasilkan produk ekspor. Ada multiplier effect yang besar, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga persaingan harga yang dinikmati masyarakat,” ujar Babua.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut berdampak langsung pada harga kopra yang sempat naik hingga Rp25 ribu per kilogram setelah industri pengolahan hilir beroperasi.
Guru Besar Teknologi Pangan Fadjar K Hartati menjelaskan bahwa kelapa merupakan pohon kehidupan karena seluruh bagiannya memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, penahanan komoditas mentah di daerah terbukti memacu inovasi produk turunan.
“Kebijakan ini langkah cerdas untuk menghentikan kerugian akibat ekspor bahan mentah. Diversifikasi kini berkembang mulai dari coconut milk, santan bubuk, hingga VCO,” kata Fadjar.
Rektor Unitomo Siti Marwiyah memastikan kesiapan kampus mendukung percepatan hilirisasi lewat riset dan penguatan SDM lintas fakultas.
“Unitomo siap terlibat melalui kolaborasi pendidikan, riset, hingga KKN Tematik yang dirancang sesuai kebutuhan Halmahera Utara,” tegas Siti.
Pada akhir kegiatan, Unitomo dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menandatangani MoU serta MoA bersama dinas terkait. Kesepakatan ini menjadi pijakan untuk memperkuat pengembangan hilirisasi kelapa sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di daerah.
Rumini Astuti
Tim Redaksi