Satgas Kertonegoro Diperkuat Melalui Pembinaan Bakesbangpol Ngawi

Magetan, presstoday.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Ngawi menyelenggarakan kegiatan Capacity Building yang ditujukan kepada Satgas Kertonegoro, Ketua Perguruan Pencak Silat, dan Pengurus IPSI. Kegiatan berlangsung di Hotel Nirwana, Sarangan, Magetan, pada Jumat 21/11.

Acara ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kapasitas serta peran Satgas di lingkungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ngawi. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait tugas, fungsi, dan strategi penguatan ketertiban masyarakat.

Kepala Bakesbangpol Ngawi, Wahyu Sri Kuncoro, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya Satgas.

“Penguatan peran Satgas di tubuh IPSI menjadi kebutuhan agar proses pencegahan potensi konflik dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Wahyu.

Satgas Kertonegoro memiliki posisi sebagai penjaga nilai-nilai luhur pencak silat serta pihak yang berada di garis terdepan dalam deteksi dini situasi sosial.

Wahyu berharap seluruh unsur di IPSI mampu memahami dinamika masyarakat dan mengambil langkah bijak dalam setiap kondisi.

Ketua IPSI Kabupaten Ngawi, yang juga Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, hadir turut memberikan arahan kepada peserta, bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap organisasi bela diri sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah.

“Pemkab Ngawi endukung organisasi bela diri serta memastikan peran aktif IPSI dalam menjaga stabilitas dan ketertiban daerah,” tutur Wabup Antok.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Satgas Kertonegoro memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penjaga nilai luhur pencak silat, tetapi juga sebagai mitra Bakesbangpol dalam deteksi dini serta pencegahan potensi konflik di masyarakat,” ungkapnya.

Wabup Antok berharap Satgas semakin solid dan profesional dalam menjalankan tugas.

“Diharapkan Satgas mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas Ngawi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pencak silat tidak sekadar olahraga, melainkan warisan budaya yang harus dijaga keberlanjutannya. Nilai-nilai persaudaraan dan kedamaian di dalamnya diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh anggota IPSI dalam kehidupan sehari-hari.

Fatkhul Mu’anam
Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*