Madiun, presstoday.id – Pemerintah Kabupaten Ngawi menargetkan cakupan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 100 persen. Komitmen itu ditegaskan saat menghadiri Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG yang diselenggarakan Badan Gizi Nasional RI di Hotel Mercure Madiun, Senin 9/2.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi daerah, terutama wilayah penghasil pangan seperti Ngawi, Madiun, dan Magetan.
“Program ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah, khususnya bagi sentra bahan pangan,” ujar Wabup Antok.
Ia menjelaskan, sinergi dengan program prioritas nasional, termasuk rencana operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, diyakini memperkuat ekosistem pelaksanaan MBG ke depan.
Dari sisi pemerintah daerah, Pemkab Ngawi mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dengan tetap menjaga standar yang berlaku. Selain itu, pelatihan relawan terus dilakukan untuk memastikan distribusi pangan bergizi berjalan sesuai ketentuan.
“Tentu akan terus ada dukungan, mulai percepatan SLHS, pelatihan relawan, hingga fasilitasi titik operasional SPPG/SPBG agar cakupan penerima manfaat MBG bisa segera 100 persen di Kabupaten Ngawi,” katanya.
Saat ini, dari total 107 satuan pelayanan yang direncanakan, sebanyak 60 SPPG telah terbentuk dan 42 di antaranya sudah beroperasi. Layanan tersebut ditujukan bagi balita, ibu hamil dan menyusui, anak sekolah, hingga lansia.
Menurut Antok, keberhasilan MBG berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta percepatan penanggulangan kemiskinan di daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang, Direktur Sistem Pemenuhan Gizi BGN, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, Wakil Wali Kota Madiun, Bupati Madiun, Wakil Bupati Magetan, Forkopimda, serta para pemangku kepentingan penyediaan pangan bergizi di wilayah Madiun Raya.
Rumini Astuti
Tim Redaksi