Ngawi, presstoday.id — Pemkab Ngawi hingga pemdes gelar malam tirakatan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Ngawi ke-667 yang berlangsung di Pendopo Wedya Graha, Minggu malam 6/7. Kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh Taufik Nur Azis, dan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan kemakmuran.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menyampaikan bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi refleksi arah kebijakan pembangunan yang berfokus pada ketahanan dan swasembada pangan.
“Ngawi dikenal sebagai daerah agraris dan telah tiga tahun berturut-turut menjadi penghasil beras terbesar di Indonesia. Kami ingin budaya dan tradisi pertanian tetap hidup sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat produksi gabah kering giling (GKG) Kabupaten Ngawi pada tahun 2023 mencapai 771.251 ton, setara dengan 445.397 ton beras konsumsi.
Angka ini menempatkan Ngawi sebagai daerah dengan produksi beras tertinggi secara nasional, mengungguli sentra pangan besar lainnya seperti Karawang, Brebes, dan Sukabumi.
Bahkan pada 2024, meski produksi sedikit menurun menjadi 762.290 ton GKG, Ngawi tetap mempertahankan posisi teratas sebagai penghasil beras terbesar se-Indonesia.
Ia menambahkan, tema Hari Jadi Ngawi tahun ini, “Ngawi Lumbung Pangan Nasional untuk Indonesia Emas”, merupakan bentuk komitmen bersama dari Pemkab hingga pemdes dalam memperkuat kedaulatan pangan dan mengoptimalkan potensi lokal menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.
Aris Toha M
Tim Redaksi