Warga Padati Petilasan Srigati, Saksikan Tradisi Ganti Langse dan Wayang Kulit

Ngawi, presstoday.id – Pemkab Ngawi menggelar tradisi Ganti Langse di petilasan Alas Srigati, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kamis malam 10/7. Tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap malam 15 Suro ini kembali menjadi magnet bagi masyarakat untuk berkumpul, sekaligus menyaksikan pertunjukan wayang kulit sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyampaikan bahwa Ganti Langse bukan sekadar prosesi adat, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial. Tradisi ini mengajarkan kita untuk menghargai nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Sejak 2013, Ganti Langse telah menjadi agenda resmi daerah dan terus dijaga keberlangsungannya,” ujarnya.

Ganti Langse ditandai dengan penggantian kain putih di area petilasan yang dipercaya masyarakat sebagai simbol penyucian dan awal yang baru. Usai prosesi, acara dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit yang disambut antusias oleh warga.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Cita Putri Maharani mengatakan bahwa kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana efektif dalam memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan lewat pendidikan formal. Tradisi seperti ini memberi ruang aktualisasi dan pemahaman langsung kepada masyarakat, terutama generasi muda,” kata Cita.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga budaya daerah agar tidak tergerus zaman.

Kegiatan berlangsung lancar hingga dini hari dan menjadi pengingat pentingnya merawat identitas budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa.

Aris Toha M
Tim Redaksi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*